Jumat, 12 Februari 2010

SIKLUS KERJA MOTOR 2TAK DAN 4TAK

Berdasarkan langkah kerja dalam proses
pembakaran, sepeda motor dapat dibedakan
menjadi dua tipe, yaitu sepeda moror 4-tak
(empat langkah) dan sepeda motor 2-tak (2
langkah). Perbedaan kedua tipe ini dapat dilihat
dari konstruksi mesinnya, sepeda motor 4 tak
mempunyai katup-katup yang berfungsi
mengatur masuknya bahan baker ke dalam
mesin dan mengatur pembuangan gas sisa
pembakaran. Pada sepeda motor 2 tak, terdapat
saluran pemasukan, pembuangan, dan
pembilasan bahan baker yang diatur oleh piston
dalam blok silinder.


#. Sepeda Motor 2 Tak

Sepeda motor 2 tak adalah sepeda motor yang
bermesin 2 langkah, artinya dalam satu siklus
kerja dibutuhkan dua langkah, yaitu langkah isap
dan langkah buang. Dengan kata lain, mesin 2 tak
merupakan mesin yang memiliki siklus kerja dua
gerakan piston dalam satu kali putaran poros
engkol. Titik tertinggi yang di capai piston disebut
titik mati atas (TMA). Dan titik terendah yang
dicapai piston disebut titik mati bawah (TMB).
Gerakan seher dari TMB ke TMA disebut satu
langkah piston (stroke) atau sama dengan
setengah putaran poros engkol.

1. Langkah Isap (Up Ward Stroke)
Pada langkah isap piston bergerak naik dari TMB
menuju TMA. Pada saat piston di posisi TMB,
bahan baker yang berada dibawah piston
didorong dan keluar dari saluran pembilasan.
Proses selanjutnya, bahan baker yang keluar dari
saluran pembilasan didorong piston sampai
mencapai posisi TMA. Pada saat hamper
mencapai TMA, piston menutup saluran
pembuangan dan saluran pembilasan. Akibatnya,
saluran pemasukan bahan baker terbuka yang
menyebabkan bahan baker secara otomatis
masuk melalui saluran pemasukan di bawah
piston. Bahan baker yang telah ada disilinder di
tekan naik oleh piston sampai mencapai posisi
TMA. Tekanan di silinder meningkat, kemudian
bunga api dari busi membakare bahan baker dan
udara menjadi letusan.
2. Langkah Buang (Down Ward Stroke)
Letusan tersebut menghasilkan tenaga yang
digunakan untuk mendorong piston bergerak
turun dari TMA menuju TMB. Piston bergerak
turun akan mendorong bahan baker yang telah
berada di bawah piston menuju saluran
pembilasan. Saat piston bergerak turun saluran
buang dan saluran pembilasan dalam keadaan
terbuka. Gas sisa pembakaran akan terdorong
keluar melalui saluran pembuangan menuju
knalpot akibat desakan bahan baker dan udara
yang masuk dalam silinder melalui saluran
pembilasan. Dengan terbuangnya gas sisa hasil
pembakaran, kerja mesin 2 tak selesai untuk satu
proses kerja (siklus). Proses up ward stroke dan
down ward stroke akan terus bekerja silih
berganti.


#. Sepeda Motor 4 Tak
Sepeda motor 4-tak adalah sepeda motor yang
bermesin empat langkah. Disebut empat langkah
karena satu siklus kerjanya dilakukan dalam
empat langkah, yaitu langkah isap, langkah
kompresi, langkah kerja, dan langkah buang. Jadi,
dalam satu kali proses kerja terjadi empat langkah
gerakan piston dalam dua kali putaran poros
engkol.
1. Langkah Kompresi I
Pada kompresi I, piston bergerak dari TMA ke
TMB. Saat piston bergerak turun, katup masuk
dalam keadaan terbuka, sehingga campuran
bahan baker dan udara terisap masuk kedalam
silinder. Ketika piston mencapai TMB, katup
masuk dalam keadaan tertutup. Dapat dikatakan
bahwa langkah kompresi I selesai.
2. Langkah Kompresi II
Pada langkah kompresi II, kedua katup (katup
masuk dan katup buang) dalam keadaan tertutup.
Piston bergerak naik dari TMB menuju TMA
mendorong campuran bahan baker dan udara
dalam silinder, sehingga menyebabkan tekanan
udara dalam silinder meningkat. Sebelum piston
mencapai TMA campuran bahan baker dan udara
yang bertekanan tinggi dibakar oleh percikan api
busi.
3. Langkah Isap
Pada langkah isap, percikan api busi yang
bereaksi dengan campuran bahan baker dan
uadara bertekanan tinggi akan menimbulkan
letusan. Letusan ini akan menghasilkan tenaga
yang mendorong piston bergerak turun menuju
TMB. Tenaga yang dihasilkan oleh langkah kerja di
teruskan poros engkol untuk menggerakkan gigi
transmisi yang menggerakkan gir depan.
4. Langkah Buang
Pada langkah buang, piston bergerak naik dari
TMB menuju TMA. Katup masuk dalam keadaan
tertutup dan katup buang dalam keadaan terbuka.
Gas sisa hasil pembakaran terdorong keluar
menuju saluran pembuangan. Dengan
terbuangnya gas sisa pembakaran, berarti kerja
keempat langkah mesin untuk satu kali proses
kerja (siklus) telah selesai.

Data From :Toto Suwarto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar